Di Kelas
Diposting oleh
Anak Koperasi 2010
|
Read User's Comments(0)
Ahmad Yani (F01110026)
Diposting oleh
Anak Koperasi 2010
|
Label:
Ahmad Yani
Budaya Korea “Meledak” di Indonesia
Pada era globalisasi saat ini faktor budaya
merupakan penentu yang sangat besar dalam mempengaruhi pola perilaku serta
konsumsi masyarakat. Sekarang dapat dikatakan sebagai era budaya Korea yang
kian marak dan berkembang dengan pesat dikalangan remaja bahkan hingga dewasa.
Fenomena ini layak di katakan sebagai sebuah wabah berupa demam yang menyebar
begitu cepat yang dimulai dari musik, film, wisata, bahkan kuliner. Salah satu
negara yang terkena wabah tersebut adalah Indonesia.
Masyarakat Indonesia memang terkenal sebagai
negara yang sangat mudah menyerap budaya-budaya asing yang di anggap menarik
untuk di ikuti dah menjadi panduan dalam berekspresi. Gaya hidup mereka juga
turut berubah karena begitu kuatnya rasa cinta terhadap budaya tersebut, baik
dari segi berpakaian atau dalam bersikap. Banyak dari mereka yang rela
menghabiskan waktu dan materi hanya untuk menunjukkan betapa cintanya terhadap
budaya tersebut, Mulai dari menonton film atau derama korea, menghadiri konser,
dan melancong ke negeri ginseng tersebut demi suatu kepuasan tersendiri.
Tidak jarang ada penggemar berat dari budaya korea ini bertindak cukup tragis dalam mengekspresikan rasa cintanya terhadap hal ini. Ada yang membeli VCD drama korea dan menontonnya hingga berjam-jam, bahkan ada yang satu harian penuh menikmatinya. Ada juga penggemar berat dari grup musik atau artis asal korea yang rela mengeluarkan cukup banyak uang hanya untuk menonton konser atau mengikuti gaya mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan film, lagu, dan drama dipertontonkan di setiap media hiburan. Hampir setiap saluran televisi di Indonesia menayangkan tontonan yang berbau korea. Banyak beredar media cetak yang menuliskan tentang kepopuleran para pesohor dari korea. Para pekerja seni Indonesia juga mulai tersaingi akan peningkatan kepopuleran para pesohor dari korea tersebut. Industri musik yang beraliran rock, melayu dan pop, atau film dan sineteron yang bercirikhas Indonesia mulai kurang peminatnya. jika kita berkunjung ke toko-toko kaset, VCD dan DVD yang ada di Indonesia, maka kita akan menemukan dominasi dari produk-produk korea yang cukup banyak pembelinya.
Musik beraliran K-Pop (Korean Pop) masuk dengan cepat ke industri musik di Indonesia. Fenomena ini di manfaatkan para pekerja di dunia musik tanah air untuk mengadopsi gaya dan ciri budaya Korea sebagai penarik minat penonton. Muncul grup musik seperti Boy-band dan Girl-band yang sebelumnya dipopulerkan oleh artis-artis asal korea. Baik lagu maupun gaya dari artisnya juga bisa dibilang meniru gaya artis-artis asal korea tersebut. Masyarakatpun sangat antusias dengan hal ini. Para pendatang baru juga berbondong-bondong ikut memanfaatkan kesempatan ini dengan membentuk grup musik dengan bergaya ala-korea.
Selain di dunia hiburan, gaya dalam berekspresi bertemakan korea juga banyak ditemui di sekitar kita. Tidak hanya artis, masyarakat umum juga turut aktif mengikuti gaya tersebut. Gaya berpakaian mereka menunjukan Fanatisme yang luar biasa terhadap budaya tersebut. Para produsen tekstil juga turut andil dalam hal ini. Model pakaian ala-korea sudah tidak asing lagi kita temui dijual di pasar-pasar. Penggunanya juga tidak lagi memandang kelas ekonomi. Hampir setiap kalangan turut andil dengan Trendy yang masih marak di masyarakat Indonesia ini.
Gaya hidup dalam budaya korea cenderung bebas dan kurang sesuai dengan citra masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat Indonesia bisa dikatakan latah dalam segala hal yang sedang marak-maraknya terjadi, seperti demam korea. Hal ini layak disebut sebagai suatu masalah yang dihadapi oleh para generasi muda di Indonesia. Ada baiknya bagi masyarakat Indonesia untuk dapat sadar bahwa hal yang mengganjal ketika budaya negara lain lebih di cintai dari pada budaya negeri kita sendiri dan berkurangnya rasa bangga yang nyata dari hati masyarakat Indonesia sendiri. Jangan tenggelamkan budaya negara kita sendiri hanya karena munculnya budaya luar yang mungkin lebih bagus namun kurang baik untuk negara kita. Mari kita belajar untuk mencintai produk negara kita sendiri. Belajar menghargai hasil karya anak bangsa dan menomor duakan budaya luar.
Tidak jarang ada penggemar berat dari budaya korea ini bertindak cukup tragis dalam mengekspresikan rasa cintanya terhadap hal ini. Ada yang membeli VCD drama korea dan menontonnya hingga berjam-jam, bahkan ada yang satu harian penuh menikmatinya. Ada juga penggemar berat dari grup musik atau artis asal korea yang rela mengeluarkan cukup banyak uang hanya untuk menonton konser atau mengikuti gaya mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan film, lagu, dan drama dipertontonkan di setiap media hiburan. Hampir setiap saluran televisi di Indonesia menayangkan tontonan yang berbau korea. Banyak beredar media cetak yang menuliskan tentang kepopuleran para pesohor dari korea. Para pekerja seni Indonesia juga mulai tersaingi akan peningkatan kepopuleran para pesohor dari korea tersebut. Industri musik yang beraliran rock, melayu dan pop, atau film dan sineteron yang bercirikhas Indonesia mulai kurang peminatnya. jika kita berkunjung ke toko-toko kaset, VCD dan DVD yang ada di Indonesia, maka kita akan menemukan dominasi dari produk-produk korea yang cukup banyak pembelinya.
Musik beraliran K-Pop (Korean Pop) masuk dengan cepat ke industri musik di Indonesia. Fenomena ini di manfaatkan para pekerja di dunia musik tanah air untuk mengadopsi gaya dan ciri budaya Korea sebagai penarik minat penonton. Muncul grup musik seperti Boy-band dan Girl-band yang sebelumnya dipopulerkan oleh artis-artis asal korea. Baik lagu maupun gaya dari artisnya juga bisa dibilang meniru gaya artis-artis asal korea tersebut. Masyarakatpun sangat antusias dengan hal ini. Para pendatang baru juga berbondong-bondong ikut memanfaatkan kesempatan ini dengan membentuk grup musik dengan bergaya ala-korea.
Selain di dunia hiburan, gaya dalam berekspresi bertemakan korea juga banyak ditemui di sekitar kita. Tidak hanya artis, masyarakat umum juga turut aktif mengikuti gaya tersebut. Gaya berpakaian mereka menunjukan Fanatisme yang luar biasa terhadap budaya tersebut. Para produsen tekstil juga turut andil dalam hal ini. Model pakaian ala-korea sudah tidak asing lagi kita temui dijual di pasar-pasar. Penggunanya juga tidak lagi memandang kelas ekonomi. Hampir setiap kalangan turut andil dengan Trendy yang masih marak di masyarakat Indonesia ini.
Gaya hidup dalam budaya korea cenderung bebas dan kurang sesuai dengan citra masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat Indonesia bisa dikatakan latah dalam segala hal yang sedang marak-maraknya terjadi, seperti demam korea. Hal ini layak disebut sebagai suatu masalah yang dihadapi oleh para generasi muda di Indonesia. Ada baiknya bagi masyarakat Indonesia untuk dapat sadar bahwa hal yang mengganjal ketika budaya negara lain lebih di cintai dari pada budaya negeri kita sendiri dan berkurangnya rasa bangga yang nyata dari hati masyarakat Indonesia sendiri. Jangan tenggelamkan budaya negara kita sendiri hanya karena munculnya budaya luar yang mungkin lebih bagus namun kurang baik untuk negara kita. Mari kita belajar untuk mencintai produk negara kita sendiri. Belajar menghargai hasil karya anak bangsa dan menomor duakan budaya luar.
Ahmad Yani
Mahasiswa
Trisnawati (F01110056)
Diposting oleh
Anak Koperasi 2010
|
Label:
Trisnawati
BEBASKAN PALESTINA
Sudah berapa puluh tahunkah israel menyerang pasukan Mujahid Palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan Palestina hingga saat ini.
Sudah berapa banyakkah atribut perang yang israel keluarkan untuk
menggempur pertahanan Pasukan Mujahid Palestina? Tetap saja mereka tidak bisa
menaklukkan palestina hingga saat ini.
Sudah berapa banyakkah
strategi yang disusun dan dilontarkan israel untuk melemahkan Pertahanan
Pasukan Mujahid palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukkan palestina
hingga saat ini.
Sudah berapa banyakkah
pasukan militer yang dikerahkan israel untuk mengalahkan Pasukan Mujahid
Palestina? Tetap saja mereka tidak bisa
menaklukkan palestina hingga
saat ini.
Sudah berapa banyakkah teror
yang dilancarkan israel untuk menakut-nakuti Mujahidin dan rakyat Palestina?
Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan Palestina hingga hari ini.
Sudah berapa banyakkah Israel
membunuh Pasukan Mujahid dan Rakyat Palestina untuk menggentarkan perjuangan para
mujahid palestina? Tetap saja mereka tidak bisa melemahkan perjuangan pasukan
mujahid palestina dan tidak bisa menaklukan Palestina hingga saat ini.
Sudah berapa banyakkah tenaga,
pemikiran, harta, dan waktu yang Israel curahkan untuk menaklukkan palestina?
Tetap saja Mereka tidak bisa menaklukan palestina hingga saat ini.
Sudah berapa
banyakkah kebohongan-kebohongan publik yang israel ciptakan untuk melumpuhkan
pertahanan pasukan mujahid palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan
Palestina hingga saat ini.
Seluruh
dunia telah menjadi saksi atas perjuangan yang dilakukan oleh para mujahidin
dan rakyat palestina. Mereka yang begitu kuat dan tegar untuk mempertahankan
tanahnya dan kemuliaannya atas bangsa penjajah Israel.
Sudah begitu banyak
usaha yang dilakukan israel untuk menaklukan Palestina, akan tetapi semuanya
sia-sia.
Wahai
bangsa Israel, cukup sudah kalian menghabiskan waktu, tenaga, harta, pemikiran
dan atribut-atribut kalian lainnya untuk menghancurkan palestina, semua itu
akan sia-sia karena Palestina terlalu kuat untuk kalian taklukkan…!!! Palestina
Terlalu Kuat Untuk Kalian Taklukkan….!!!
Palestina
Merdeka… Allahu Akbar...!!!!!
Trisnawati
Mahasiswa FKIP Untan
Yuyuni (F01110018)
Diposting oleh
Anak Koperasi 2010
|
Label:
Yuyuni
Jalan Ella-Nanga Pinoh Yang Memprihatinkan
( Kabupaten Melawi)
Desa Nanga Nuak, adalah sebuah desa yang ada di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Di
desa ini, faktor utama yang mendukung lancarnya perkembangan ekonomi dan
pendidikan adalah jalan. Mengapa demikian ? Karena apabila jalan menuju ibukota
Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi tersebut bisa diperbaiki, maka proses berjalannya
ekspor produksi barang-barang pokok atau keperluan jual beli ke pasar lancar
melalui transportasi darat.Tetapi, karena kondisi jalan yang rusak parah sejak
beberapa bulan ini yang masih juga belum teratasi karena kurangnya perhatian
dari pemerintah daerah, akhirnya masyarakat memilih sarana transportasi laut
yang memerlukan waktu lama dan biaya yang lebih mahal.Selain kebutuhan barang dan ekonomi, kondisi jalan
yang rusak ini bisa menghambat proses belajar mengajar murid-murid di sekolah,
baik di tingkat SD,Maupun SMP.
Karena sumber tenaga pengajar di Desa Nanga Nuak
sebagian besar berasal dari luar desa seperti dari Kecamatan Ella Hilir, Desa
Popai dan Desa Lengkong Nyadom. Sedangkan daerah-daerah tersebutlah yang
terkena jalan rusak parah.Guru-guru sering datang terlambat dikarenakan kondisi
jalan yang rusak parah sehingga para guru membutuhkan waktu yang lama untuk
menempuh jarak yang lumayan jauh yaitu sekitar 15 km.Apalagi kondisi jalan
setelah diguyur oleh hujan, kadang-kadang guru tidak bisa hadir untuk mengajar
murid-murid di sekolah karena kondisi jalan yang sangat becek yang bisa
menimbulkan kecelakaan. Oleh karena itu, Saya mewakili masyarakat Desa Nanga Nuak
menghimbau kepada pemerintah daerah agar segera mengatasi masalah ini dengan
memperbaiki jalan secepatnya. Agar proses jual beli barang dan belajar mengajar
di Desa Nanga Nuak, Kecamatan Ella Hilir dapat berjalan dengan lancar.
Yuyuni
Warga Desa Nanga Nuak
Langganan:
Postingan (Atom)











